Melepas Rindu Kampung Halaman di Tauto Pekalongan “Nino” Tebet

Halo pembaca yang budiman, apa kabar? Udah pada makan? Gimana kalau kita ngoceh-ngoceh tentang makanan lagi? 😀

Jadi ceritanya, beberapa waktu yang lalu pada suatu sore yang cerah saya mendadak dapet sebuah instant message dari saudara sepupu saya yang isinya kira-kira begini: “Mas, soto tauto yang waktu itu pernah diceritain dimana ya tempatnya?” Rupanya, ayah saudara sepupu saya ini mendadak homesick dan ingin kulineran makanan khas dari kampung halamannya. Tapi untuk pulang kampung beneran kan jauh. Lha terus piye?

Saya berdarah separuh Pekalongan. Ibu saya orang Pekalongan asli, demikian pula adiknya yang tidak lain adalah ayahnya saudara sepupu saya alias om saya. Pekalongan selain dikenal sebagai kota batik juga punya kuliner khas. Salah satunya Tauto. Tauto adalah semacam hidangan berkuah mirip soto, bisa dimakan dengan nasi ataupun lontong. Tetapi berbeda dengan soto-soto dari daerah lain, tauto ini bumbu utamanya adalah tauco. Tiap menyambangi Pekalongan, biasanya saya tidak pernah melewatkan untuk “temu kangen” dengan hidangan ini. Bayangan akan semangkuk tauto dengan isian so’un, daging atau jeroan sapi, ditambah irisan daun bawang, lalu disiram kuah kental yang masih panas mengepul dengan aroma tauco yang tebal rasanya kok sulit dilupakan. Wah, sampai ngiler saya nulis kalimat ini. 😀

Di Pekalongan sendiri ada beberapa spot-spot pedagang tauto andalan. Kalau keluarga saya sih sudah biasa langganan di Tauto Pak Tjarlam yang legendaris itu. Jadi biasanya tiap tahun kalau lebaran di Pekalongan selain sungkeman dengan keluarga di sana, tak lupa saya sungkeman juga sama Pakdhe Tjarlam. 😀

Lah terus, kalau lagi di Jakarta tapi pengen Tauto juga gimana? Jangan khawatir. Di Jakarta Selatan tepatnya di daerah Tebet, ternyata ada juga rumah makan yang menyediakan hidangan khas Pekalongan ini.

Rumah Makan Tauto "Nino"

Rumah Makan Tauto Pekalongan “Nino”

Pemilik rumah makan ini rupanya orang Pekalongan asli yang hendak menjawab kegelisahan para perantau dari Pekalongan yang merindukan kuliner kampung halaman. Tidak hanya tauto, di tempat ini disediakan juga megono yang juga khas Pekalongan. Apa itu megono? Megono ini semacam sayur mirip urap, dibuat dari cacahan nangka muda yang dicampur parutan kelapa dan bumbu-bumbu. Biasanya disajikan sebagai teman makan nasi dengan lauk pauknya. Yang paling pas sih biasanya disajikan dengan tempe mendoan. Wah, sedep banget!

Tauto, Megono, dan Mendoan

Tauto, Megono, dan Mendoan

Ah sudahlah, tak usah berpanjang-panjang kata lagi, kalau rindu kuliner Pekalongan ini tapi mau ke Pekalongan jauh, ataupun kalau belum pernah nyoba dan kepingin nyobain Tauto, silahkan datengin aja langsung Tauto “Nino”, di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 3 Jakarta Selatan. Kalau masih bingung dengan tempatnya ataupun takut nyasar, silahkan pakai saja fasilitas GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) dengan keyword “depan pasar PSPT”. Kalau gak ketemu kebangetan. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: