Sa’ Unine Yang Tidak Asal Bunyi Dari Jogjakarta

Akhir-akhir ini saya mulai suka beli CD-CD lagu yang boleh dibilang “tidak lazim” dibeli orang. Setelah album Becak Fantasy-nya Jubing Kristianto dan Tafakur-nya Jaya Suprana, kemaren saya membawa pulang dua buah CD Album Masa Lalu Selalu Aktual dan Buaian Sepanjang Masa dari Sa’ Unine String Orchestra.

459506435

Sa’ Unine adalah kelompok musik gesek jebolan ISI (Institut Seni Indonesia) Jogjakarta yang berdiri sejak tahun 1992. Ketika kuliah di Jogja dulu saya sering main ke ISI jauh di Sewon Bantul sana untuk sekedar menonton home concert mahasiswa-mahasiswa jurusan musik yang menampilkan repertoire lagu-lagu klasik. Tidak melulu lagu-lagu klasik, tetapi juga lagu-lagu populer yang diaransemen ala musik klasik. Dan musik semacam inilah yang coba ditampilkan oleh Sa’ Unine dalam kedua albumnya.

Sa’ Unine sendiri adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “Sebunyinya” atau “Asal Bunyi“. Walau demikian, karya yang ditampilkan oleh Sa’ Unine dalam album ini sama sekali bukanlah bunyi-bunyian yang asal bunyi ataupun suara-suara gedombrangan nggak karuan, sebaliknya mereka menampilkan bunyi-bunyian alat musik gesek nan elegan yang mengingatkan saya dengan Serenade for Strings-nya Tchaikovsky atau The Four Seasons-nya Antonio Vivaldi. Namun dalam kedua albumnya, repertoar yang ditampilkan oleh Sa’ Unine bukanlah repertoar komposisi Mozart atau Beethoven, akan tetapi lagu-lagu lokal serta lagu-lagu daerah yang menjadi kekayaan budaya bangsa, sehingga kemudian anda akan menemukan lagu Ilir-Ilir dan Padang Bulan terdengar seperti symphony dari antah berantah, tidak terdengar seperti lagu dolanan rakyat Jawa. Demikian pula dengan lagu Gundul Gundul Pacul, Jaranan, dan Cublak-Cublak Suweng yang diaransemen unik dengan teknik pizzicato (strings yang dimainkan dengan cara dipetik, bukan digesek) yang digubah ke dalam sebuah komposisi medley berjudul Dolanan Pizzicato.

Dalam album Masa Lalu Selalu Aktual memang dominan ditampilkan lagu-lagu daerah (dominan Jawa sih) serta lagu-lagu Indonesia dari masa lampau semacam Sapu Lidi dan Di Bawah Sinar Bulan Purnama yang walaupun jadul namun masih terasa abadi untuk didengarkan. Sedangkan album Buaian Sepanjang Masa menampilkan lagu-lagu yang akrab diperdengarkan sebagai lagu pengantar tidur semacam lagu Tak Lelo Ledhung atau Timang-Timang yang akan membawa kita melayang dalam lamunan akan kenangan masa kecil ketika kita masih berada dalam buaian ibunda.

Pendek kata, apabila anda sudah mulai bosan dengan lagu-lagu yang sering muncul di tivi sekarang, atau sekedar ingin mencari suasana lain, album dari Sa’ Unine ini pantas untuk anda dapatkan. Sekedar informasi, untuk mendapatkan album dari Sa’ Unine ini silahkan menghubungi Rumah Budaya Tembi Jakarta di Jl. Gandaria I No. 47 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan karena tidak dijual di toko-toko kaset. Oiya, kalau mau dengerin aja dulu sampel lagu-lagunya di sini.

Update: Tadinya dua album Sa’Unine ini hanya dijual di Rumah Budaya Tembi. Tetapi sekarang juga bisa didapatkan di toko-toko kaset besar–yang saya pernah liat sih di DiscTarra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: