Please, Mr. Postman

“Oh yes, wait a minute Mr. Postman.. Wait Mr. Postman.. Please Mr. Postman look and see, if there’s a letter in your bag for me. Why’s taking such a long time for me to hear from that boy of mine…” (The Carpenters – Please Mr. Postman)

Pagi tadi saya mendapat tugas mengantar surat via pos. Kebetulan ada sebuah loket pelayanan pos di basement gedung sebelah kantor tempat saya bekerja. Hanya ada satu orang yang menjaga bilik yang ukurannya tidak lebih besar dari kamar saya itu. Beliau sudah cukup berumur, dengan rambut putih yang menyembul dari balik topi yang dikenakannya. “Wah, nunggunya agak lama ini mas, banyak soalnya..”, begitu yang beliau katakan setelah saya sodorkan setumpuk amplop coklat yang saya bawa dari kantor. “Iya pak, nggak apa-apa.”

Sebuah “bilik” pelayanan jasa pos yang nyempil di sebuah basement gedung di bilangan Jakarta Selatan

Sambil menunggu si bapak yang sedang mengerjakan tugasnya, saya lantas berpikir. Kebayang gak sih gimana nasib jasa pelayanan pos di masa-masa mendatang? Jaman sudah berkembang sedemikian canggihnya, dan praktis jasa pos menjadi semakin kalah populer dengan teknologi yang ada. Saya masih ingat, dulu sewaktu saya awal-awal masuk kuliah, saya masih getol-getolnya berkirim surat via pos dengan teman-teman di luar kota. Sekarang? Cukup dengan sms. Atau instant messenger. Dan pesan sampai seketika.

Saya kadang masih takjub melihat keberadaan jasa pos yang masih bertahan di masa sekarang. Tapi bagaimana di masa-masa mendatang? 10 tahun lagi? 50 tahun lagi? 100 tahun lagi? Masihkah kantor pos akan berdiri tegar dengan tugas dan fungsinya seperti sekarang ini? Atau akan berevolusi menjadi sebuah jasa layanan yang baru dengan tugas dan fungsi yang baru? Ah, entahlah. Si Bapak pegawai pos sudah selesai mencatat serta menghitung ongkos kirim surat-surat yang saya bawa. Saya lantas segera bergegas kembali ke kantor. Banyak tugas yang harus saya selesaikan.

Advertisements

2 comments

  1. bbrp hari sblm lebaran sy sempat kirim kartu lebaran ke bbrp teman&kolega. sebelumnya jg sy kirim dokumen ke lampung via post.

  2. ada lagi, sy juga nabung di kantor pos, bayar tv kabel di kantor pos, dan masih kirim2an kartu pos sama teman2 di desa πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: